REMAJA HARUS TAHU SEX EDUCATION

Salah satu tugas dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan PkM kali ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun bermitra dengan SMK Gamaliel 1 Madiun. Mengusung topik Sex Education Pemberian layanan Informasi dalam wadah PkM berlangsung dengan baik. Banyaknya remaja yang menjadi pelaku maupun korban seks bebas di negara kita semakin bertambah jumlahnya. Semakin canggihnya teknologi menjadi sumber yng tidak bisa dianggap enteng terjadinya free sex di kalangan remaja. Didukung dengan pentabuan pembicaraan seks oleh remaja kepada orang dewasa, semakin memperkuat adanya perilaku remaja yag mengarah kepada free sex  karena mereka mencari jawaban dari rasa penasaran ke sumber yang tidak tepat, salah satunya adalah internet.

Program pemberian layanan informasi kepada remaja yang dilaksanakan di SMK Gamaliel 1 Madiun diikuti oleh 21 siswa. Dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan tema yang berbeda menjadikan siswa diperkaya dengan pemahaman akan sex education yang tepat. Koordinator BK SMK Gamaliel 1 Madiun yakni Ibu Silfia Rahayu Nugroho Ningsih S.Pd., sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sejumlah 21 siswa yang mengikuti kegiatan PkM sengaja dipilih secara langsung oleh Guru BK yang memiliki potensial untuk ‘menularkan’ informasi yang didapatkan kepada teman di sekolah maupun di luar sekolah dari kegiatan PkM ini. yang meliputi (1) Arti dan pentingnya pendidikan seks, (2) Reproduksi Manusia, dan (3) Perkawinan Usia Muda. Materi disampaikan oleh tim PkM Program Studi Bimbingan dan Konseling Ibu Dwi Sri Rahayu, M.Pd., dan Ibu Chaterina Yeni Susilaningsih, M.Pd. Dengan membuka wawasan remaja tentang pendidikan seks, diharapkan remaja mampu memfilter informasi yang didapatkan dari berbagai sumber terkait dengan seksualitas. Tidak hanya menyuarakan slogan ‘Say No Free Sex’ akan tetapi mampu membentengi diri dari hal-hal yang mengarah pada free sex. Masa depan bangsa ada pada kualitas pemuda – pemudi nya. Menyelamatkan remaja menyelamatkan bangsa.

Source: Bimbingan dan Konseling