Kunjungan dan monitoring Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) oleh Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

All News Berita

Program Afirmasi Pendidikan Menengah atau yang disingkat ADEM merupakan salah satu program yang sedang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Wilayah Papua dan Pupua Barat merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran program percepatan pembangunan. Tujuan program ADEM sendiri adalah : 1) meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan kepastian memperoleh layanan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik usia sekolah menengah yang terkendala oleh hambatan geografis dan ekonomi ; 2) Memberikan kesempatan kepada putra-putri Papua dan Papua Barat untuk dapat menempuh pendidikan menengah yang berkualitas di luar Papua dan Papua Barat, yaitu pada SMA/SMK di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali ; serta 3) Mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat dan akulturasi keragaman budaya melalui program implementasi pendidikan layanan khusus afirmasi pendidikan menengah.

Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun sebagai perpanjangan tangan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayan mendapat tugas untuk menjadi pendamping bagi siswa-siswi ADEM tersebut. Wilayah pendampingan melingkupi eks-Karisidenan Madiun, meliputi : Pacitan, Caruban, Lamongan dan Tuban. Rabu, 5 Desember 2013 tim dari Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun pertama kalinya melaksanakan kunjungan pada siswa-siswi ADEM. Wilayah pertama yang disasar adalah kabupaten Pacitan meliputi SMA N 1 Pacitan, SMA N 2 Pacitan, dan SMA N 1 Ngadirejo Pacitan, yang dilakukan tim dari Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun adalah melakukan melakukan pendampingan dan monitoring pada siswa-siswi ADEM di sekolah-sekolah tersebut. Pendampingan dilakukan guna membantu siswa-siswi dari Papua agar bisa beradaptasi dan tidak mengalami shock dengan lingkungan barunya, sementara monitoring lebih ditujukkan kepada sekolah bagaimana sekolah bisa membuat siswa-siswi ADEM nyaman berada di sekolah dan mereka bisa dibantu untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Bagikan ke sosial media