October 20, 2020

UKWMS

Kampus Kota Madiun

DUTA UNIKA WIDYA MANDALA MADIUN

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun punya “gawe”, sebanyak 30 mahasiswa/i mengikuti ajang pemilihan Duta Widya Mandala Madiun 2013 dengan nama acara “Cogito Camp 2013”. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kementrian Minat dan Bakat pada Sabtu-Minggu,20-21 April 2013 di Sungai Yordan, Dungus, Madiun.
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun akhirnya bisa bernafas lega, sebab telah memilih 30 mahasiswa/i untuk dijadikan sebagai agent of change (agen perubahan) dan panglima Unika Widya mandala Madiun ihwal promosi Kampus. Sebelum diterjunkan dalam medan perang, 30 mahasiswa/i pilihan Unika Widya Mandala Madiun tersebut terlebih dahulu dibina dan dibimbing dalam suatu rangkaian acara yang diberi nama “Cogito Camp 2013”. Cogito Camp 2013 merupakan titik awal tumbuh dan berkembangnya Unika Widya Mandala Madiun dalam memilih duta-duta kampus yang mengedepankan mahasiswa/i untuk berpikir kritis dan terlibat dalam membangun kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Kampus. Maka, acara Cogito camp tersebut akan terus berlanjut dan setiap tahunnya akan dilakukan ajang pemilihan duta Widya Mandala Madiun karena dinilai baik untuk perkembangan Universitas ke depan.
Cogito Camp 2013 yang diikuti oleh 30 mahasiswa/i perwakilan dari setiap program studi yang ada di Kampus Unika Widya Mandala Madiun merupakan angkatan I (pertama) ihwal duta Widya Mandala Madiun. Acara Cogito Camp 2013 yang mengambil tema “Think Globally, Act Locally” tersebut dinahkodai oleh Valentinus Krisdianto Wiyono selaku ketua pelaksana dan dibantu oleh beberapa personil Kakang Mbakyu Kota Madiun yang kuliah di Unika Widya Mandala Madiun (Ayu Meilani, Kevin LP, dan Priska) serta beberapa teman perwakilan BEM Unika Widya Mandala Madiun. Tema “Think Globally, Act Locally” mengisyaratkan bagi peserta duta Widya Mandala Madiun untuk berpikir luas, namun peduli dan peka terhadap situasi lokal (Kampus).
Acara-acara yang dikemas dalam ajang pemilihan Duta Widya Mandala Madiun utamanya mengedepankan peserta untuk menampilkan sisi brain (berpikir), behaviour (bersikap/bertingkah laku), dan beauty (kecantikan/ketampanan). Ketiga sisi tersebut merupakan indikator penilaian mutlak juri untuk memilih the best female/male participant. Untuk mengetahui ketiga sisi tersebut muncul dipermukaan, maka para peserta Duta Widya Mandala Madiun dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan kemudian dikompetisikan dalam acara diskusi dan permainan.
Selain acara diskusi dan permainan, para peserta juga dibekali dengan beberapa materi dari guest star (bintang tamu) yang diundang oleh panitia, yaitu RD.Fusi Nusantara (Pastor Paroki St.Cornelius Madiun yang sekaligus Wakil Ketua Yayasan Widya Mandala Madiun) yang membawakan materi spiritual, Bpk.Widodo (Wakil Rektor III Unika Widya Mandala Madiun) yang membawakan materi ihwal leadership, Bpk.L. Anang Setiyo (Ketua Tim Promosi Unika Widya Mandala Madiun) yang membawakan materi tentang sejarah dan data statistik Unika Widya Mandala Madiun. Selain bintang tamu tersebut pula hadir Ibu.Riris (Dosen Teknik Industri Unika Widya Mandala Madiun) yang telah menyempatkan waktunya untuk menjadi juri dalam sesi diskusi ihwal go green campus dan kepemimpinan demokrasi, dan para Fotografer profesional yang digawangi oleh Mas Karel (Staff promosi Unika Widya Mandala Madiun).
Acara Cogito Camp 2013 ditutup dengan pengumuman the best female/male participant dan menempatkan sepasang duta untuk menjadi pelopor angkatan pertama bagi duta-duta lain. The best female participant diraih oleh Sdr.Rike (Perwakilan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dan the best male participant diraih oleh Sdr. Hari (Perwakilan Prodi Menejemen). Mereka terpilih karena selain aktif dalam setiap sesi acara, mereka juga kritis dalam menyikapi setiap pernyataan maupun pertanyaan yang telah dilontarkan juri maupun peserta lain.
Dengan adanya acara ajang pemilihan Duta Widya Mandala Madiun diharapkan Unika Widya Mandala Madiun mampu menambah kuantitas dan kualitas mahasiswa, serta mampu menjadi Universitas yang memiliki ciri khas yang kemudian dikenal oleh khalayak ramai. (Valentinus Krisdianto).

Foto Liputan Lanjut »